Lirik Lagu EXO Baekhyun ft. Chanyeol Love Song

I do believe all the love you give
All of the things you do
Love you, Love you….
I’ll keep you safe, don’t you worry
I wouldn’t leave, wanna keep you near
Cause i feel the same way too
Love you, Love you….
Want you to know that I’m with you

I will love you and love you and love you
Gonna hold you and hold you and squeeze you
I will please you for all time
I don’t wanna lose you and lose you and lose you
Cause I need you and need you and need you
So I want you to be my lady
You’ve got to understand my love….

You are beautiful, beautiful, beautiful, beautiful, beautiful, beautiful girl
You are beautiful, beautiful, beautiful, beautiful, beautiful, beautiful girl
I will love you and love you and love you

Gonna hold you and hold you and squeeze you
I will please you for all time
I don’t wanna lose you and lose you and lose you
Cause I need you and need you and need you
So I want you to be my lady
You’ve got to understand my love….

You are beautiful, beautiful, beautiful, beautiful, beautiful, beautiful girl
You are beautiful, beautiful, beautiful, beautiful, beautiful, beautiful girl

Why School “Reform” Fails

Diane Ravitch's blog

A reader attended my presentation last night at Politics& Prose, a great DC bookstore that regularly hosts authors p. y
The reader explains that the reform movement ignores science, which dooms it to failure:

“Dear Diane, As a loyal follower of your blog I enjoyed your last evening’s visit to Politics and Prose in D.C. I would like to add, because I am a Professor of Neurology, Pediatrics and Psychiatry with 40 years of research into developmental disabilities of the “mild/nearly normal variety” ( allowing me huge control groups of typically developing children) that all of the initialives of the last nearly 15 years, not only Common Core, are failing also because they ignore the brains of developing children and all learning theories relevant to education. Because their eyes are on “benchmarks” they mistakenly think that pushing skills earlier at every level will hit the testing “benchmarks,” so they are…

Lihat pos aslinya 242 kata lagi

PENDEKATAN KARDINAL DAN ORDINAL

Dhani Rahadi ngeblog..!!

Pendekatan kardinal dan Ordinal
Dalam melakukan kegiatan konsumsinya, perilaku konsumen dituntun oleh tujuannya untuk memperoleh kepuasan. Terdapat beberapa pendekatan permintaan individu yaitu :
1.Pendekatan Cardinal

2.Pendekatan Ordinal
1. Pendekatan kardinal , asumsi dasarnya:

a)      Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur.

b)      Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan.

c)      Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan.Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil. ( Mula – mula kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun ). Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva. Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum Gossen.

d)     Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang…

Lihat pos aslinya 223 kata lagi

RESISTOR

PENGERTIAN
Resistor adalah komponen elektronik dua kutub yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi tegangan listrik di antara kedua kutubnya, nilai tegangan terhadap resistansi berbanding dengan arus yang mengalir, berdasarkan hukum Ohm:
Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam kompon dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium).
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat dihantarkan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, derau listrik (noise), dan induktansi.
Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, kebutuhan daya resistor harus cukup dan disesuaikan dengan kebutuhan arus rangkaian agar tidak terbakar.
Resistor ini memiliki banyak bentuk dan jenis, berikut ini beberapanya :
• FIXED RESTAN ( Tahanan Tetap )
• Resistor Variabel
• Potensiometer
Pada dasarnya jenis di atas memiliki sifat yang sama yakni menahan arus listrik sementara. tetapi pada poin kedua dan ketiga memiliki kelebihan karena ketahananya dapat di ubah. di bawah ini penjelasan tentang jenis resistor.

1. FIXED RESTAN

Alat ini bentuknya kecil dan memiliki gelang bervariasi. gelang – gelang warna ini menunjukkan besar dan kecilnya suatu tahanan. dan memiliki 2 buah kaki pada ujungnya, ia tidak memiliki kutub positif dan kutub negatif sehingga pemasangannya boleh terbalik, asalkan nilainya sama dengan nilai yang tertera pada PCB atau skema.
Alat ini terbuat dari bahan arang sehingga arus yang ada dalam resistor tetap tidak dapat di ubah-ubah lagi. bila nilai ohmnya tidak sesuai dengan arus yang masuk ” lebih besar arus dari nilainya ” maka komponen ini akan terbakar dan tidak berfungsi lagi. agar tidak salah dalam pemasangan anda harus tahu simbol yang di gunakan untuk resistor seperti pada gambar di bawah :

Sedangkan bentuk fisiknya adalah seperti di bawah ini :

2. RESISTOR VARIABEL

Prinsip kegunannya hampir sama dengan resistor jenis fixed restan , ia pun dapat menahan arus untuk sementara waktu . tetapi daat di perbesar dan sebaliknya nilai ohm yang ada. bila kita ingin mengubah nilai ohm yang adacukup dengan ngetrim pakai obeng. Bentuk fisik berbeda dengan resistor jenis fixed restan, komponen ini memiliki 3 kaki dan berbentuk kotak tipis. pada bagian tengah terdapat celah yang berguna untuk penempatan obeng ketika memutar.

Untuk jelasnya berikut ini bentuk fisiknya :

3. POTENSIOMETER

Potensiometer masuk dalam komponen RESISTOR karena sifatnya menahan arus, tetapi dapat di ubah nilai ohmnya, bisa di katakan komponen ini memiliki sifat adjustable manual resistor.
jenis komponen ini biasanya berada pada audio player untuk mengatur volume, bass, treble dll. untuk lebih jelasnya berikut ini gambar dari potensiometer

KONSTRUKSI RESISTOR
1. Komposisi karbon
Resistor komposisi karbon terdiri dari sebuah unsur resistif berbentuk tabung dengan kawat atau tutup logam pada kedua ujungnya. Badan resistor dilindungi dengan cat atau plastik. Resistor komposisi karbon lawas mempunyai badan yang tidak terisolasi, kawat penghubung dililitkan disekitar ujung unsur resistif dan kemudian disolder. Resistor yang sudah jadi dicat dengan kode warna sesuai dengan nilai resistansinya.
Unsur resistif dibuat dari campuran serbuk karbon dan bahan isolator (biasanya keramik). Resin digunakan untuk melekatkan campuran. Resistansinya ditentukan oleh perbandingan dari serbuk karbon dengan bahan isolator. Resistor komposisi karbon sering digunakan sebelum tahun 1970-an, tetapi sekarang tidak terlalu populer karena resistor jenis lain mempunyai karakteristik yang lebih baik, seperti toleransi, kemandirian terhadap tegangan (resistor komposisi karbon berubah resistansinya jika dikenai tegangan lebih), dan kemandirian terhadap tekanan/regangan. Selain itu, jika resistor menjadi lembab, panas solder dapat mengakibatkan perubahan resistansi dan resistor jadi rusak.
Walaupun begitu, resistor ini sangat reliabel jika tidak pernah diberikan tegangan lebih ataupun panas lebih.
Resistor ini masih diproduksi, tetapi relatif cukup mahal. Resistansinya berkisar antara beberapa miliohm hingga 22 MOhm.
2. Film karbon
Selapis film karbon diendapkan pada selapis substrat isolator, dan potongan memilin dibuat untuk membentuk jalur resistif panjang dan sempit. Dengan mengubah lebar potongan jalur, ditambah dengan resistivitas karbon (antara 9 hingga 40 µΩ-cm) dapat memberikan resistansi yang lebar[1]. Resistor film karbon memberikan rating daya antara 1/6 W hingga 5 W pada 70 °C. Resistansi tersedia antara 1 ohm hingga 10 MOhm. Resistor film karbon dapat bekerja pada suhu di antara -55 °C hingga 155 °C. Ini mempunyai tegangan kerja maksimum 200 hingga 600 v[2].

3. Film logam
Unsur resistif utama dari resistor foil adalah sebuah foil logam paduan khusus setebal beberapa mikrometer.
Resistor foil merupakan resistor dengan presisi dan stabilitas terbaik. Salah satu parameter penting yang memengaruhi stabilitas adalah koefisien temperatur dari resistansi (TCR). TCR dari resistor foil sangat rendah. Resistor foil ultra presisi mempunyai TCR sebesar 0.14ppm/°C, toleransi ±0.005%, stabilitas jangka panjang 25ppm/tahun, 50ppm/3 tahun, stabilitas beban 0.03%/2000 jam, EMF kalor 0.1μvolt/°C, desah -42dB, koefisien tegangan 0.1ppm/V, induktansi 0.08μH, kapasitansi 0.5pF[3].

PENANDAAN RESISTOR
Resistor aksial biasanya menggunakan pola pita warna untuk menunjukkan resistansi. Resistor pasang-permukaan ditandas secara numerik jika cukup besar untuk dapat ditandai, biasanya resistor ukuran kecil yang sekarang digunakan terlalu kecil untuk dapat ditandai. Kemasan biasanya cokelat muda, cokelat, biru, atau hijau, walaupun begitu warna lain juga mungkin, seperti merah tua atau abu-abu.
Resistor awal abad ke-20 biasanya tidak diisolasi, dan dicelupkan ke cat untuk menutupi seluruh badan untuk pengkodean warna. Warna kedua diberikan pada salah satu ujung, dan sebuah titik (atau pita) warna di tengah memberikan digit ketiga. Aturannya adalah “badan, ujung, titik” memberikan urutan dua digit resistansi dan pengali desimal. Toleransi dasarnya adalah ±20%. Resistor dengan toleransi yang lebih rapat menggunakan warna perak (±10%) atau emas (±5%) pada ujung lainnya.
Identifikasi empat pita
Identifikasi empat pita adalah skema kode warna yang paling sering digunakan. Ini terdiri dari empat pita warna yang dicetak mengelilingi badan resistor. Dua pita pertama merupakan informasi dua digit harga resistansi, pita ketiga merupakan faktor pengali (jumlah nol yang ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita keempat merupakan toleransi harga resistansi. Kadang-kadang terdapat pita kelima yang menunjukkan koefisien suhu, tetapi ini harus dibedakan dengan sistem lima warna sejati yang menggunakan tiga digit resistansi.
Sebagai contoh, hijau-biru-kuning-merah adalah 56 x 104Ω = 560 kΩ ± 2%. Deskripsi yang lebih mudah adalah: pita pertama, hijau, mempunyai harga 5 dan pita kedua, biru, mempunyai harga 6, dan keduanya dihitung sebagai 56. Pita ketiga,kuning, mempunyai harga 104, yang menambahkan empat nol di belakang 56, sedangkan pita keempat, merah, merupakan kode untuk toleransi ± 2%, memberikan nilai 560.000Ω pada keakuratan ± 2%.

Warna Pita pertama Pita kedua Pita ketiga
(pengali) Pita keempat
(toleransi) Pita kelima
(koefisien suhu)
Hitam 0 0 × 100
Cokelat 1 1 ×101 ± 1% (F) 100 ppm
Merah 2 2 × 102 ± 2% (G) 50 ppm
Jingga (oranye) 3 3 × 103 15 ppm
Kuning 4 4 × 104 25 ppm
Hijau 5 5 × 105 ± 0.5% (D)
Biru 6 6 × 106 ± 0.25% (C)
Ungu 7 7 × 107 ± 0.1% (B)
Abu-abu 8 8 × 108 ± 0.05% (A)
Putih 9 9 × 109
Emas × 10-1 ± 5% (J)
Perak × 10-2 ± 10% (K)
Kosong ± 20% (M)
Identifikasi lima pita
Identifikasi lima pita digunakan pada resistor presisi (toleransi 1%, 0.5%, 0.25%, 0.1%), untuk memberikan harga resistansi ketiga. Tiga pita pertama menunjukkan harga resistansi, pita keempat adalah pengali, dan yang kelima adalah toleransi. Resistor lima pita dengan pita keempat berwarna emas atau perak kadang-kadang diabaikan, biasanya pada resistor lawas atau penggunaan khusus. Pita keempat adalah toleransi dan yang kelima adalah koefisien suhu.

Resistor pasang-permukaan

Gambar ini menunjukan empat resistor pasang permukaan (komponen pada kiri atas adalah kondensator) termasuk dua resistor nol ohm. Resistor nol ohm sering digunakan daripada lompatan kawat sehingga dapat dipasang dengan mesin pemasang resistor.
Resistor pasang-permukaan dicetak dengan harga numerik dengan kode yang mirip dengan kondensator kecil. Resistor toleransi standar ditandai dengan kode tiga digit, dua pertama menunjukkan dua angka pertama resistansi dan angka ketiga menunjukkan pengali (jumlah nol). Contoh:
“334” = 33 × 10.000 ohm = 330 KOhm
“222” = 22 × 100 ohm = 2,2 KOhm
“473” = 47 × 1,000 ohm = 47 KOhm
“105” = 10 × 100,000 ohm = 1 MOhm
Resistansi kurang dari 100 ohm ditulis: 100, 220, 470. Contoh:
“100” = 10 × 1 ohm = 10 ohm
“220” = 22 × 1 ohm = 22 ohm
Kadang-kadang harga-harga tersebut ditulis “10” atau “22” untuk mencegah kebingungan.
Resistansi kurang dari 10 ohm menggunakan ‘R’ untuk menunjukkan letak titik desimal. Contoh:
“4R7” = 4.7 ohm
“0R22” = 0.22 ohm
“0R01” = 0.01 ohm
Resistor presisi ditandai dengan kode empat digit. Dimana tiga digit pertama menunjukkan harga resistansi dan digit keempat adalah pengali. Contoh:
“1001” = 100 × 10 ohm = 1 kohm
“4992” = 499 × 100 ohm = 49,9 kohm
“1000” = 100 × 1 ohm = 100 ohm
“000” dan “0000” kadang-kadang muncul bebagai harga untuk resistor nol ohm
Resistor pasang-permukaan saat ini biasanya terlalu kecil untuk ditandai.

PENANDAAN TIPE INDUSTRI
Format: XX YYYZ[4]
• X: kode tipe
• Y: nilai resistansi
• Z: toleransi
Rating Daya pada 70 °C
Kode Tipe Rating Daya (Watt) Teknik MIL-R-11
Teknik MIL-R-39008

BB ⅛ RC05 RCR05
CB ¼ RC07 RCR07
EB ½ RC20 RCR20
GB 1 RC32 RCR32
HB 2 RC42 RCR42
GM 3 – –
HM 4 – –

Kode Toleransi
Toleransi Teknik Industri Teknik MIL
±5% 5 J
±20% 2 M
±10% 1 K
±2% – G
±1% – F
±0.5% – D
±0.25% – C
±0.1% – B
Rentang suhu operasional membedakan komponen kelas komersil, kelas industri dan kelas militer.
• Kelas komersil: 0 °C hingga 70 °C
• Kelas industri: −40 °C hingga 85 °C (seringkali −25 °C hingga 85 °C)
• Kelas militer: −55 °C hingga 125 °C (seringkali -65 °C hingga 275 °C)
• Kelas standar: -5 °C hingga 60 °C
KESIMPULAN
Besarnya nilai resistansi suatu resistor tergantung urutan warna yang tertera pada cincin resistor. Perbedaan hasil pengukuran suatu resistansi dengan pembacaan pada warna cincin disebabkan oleh keadaan multimeter yang tidak stabil.
Resistor yang dipasang seri akan memiliki daya resistansi yang kuat/tinggi dibandingkan resistor yang dipasang secara paralel. Dalam melakukan pengukuran dengan menggunakan multimeter (ohm meter) analog pada saat melakukan perubahan batas ukur, perlu melakukan kalibrasi atau menghubung singkat untuk mengatur jarum multimeter (ohm meter) analog pada posisi 0 (nol), agar pengukuran menjadi akurat.

DIRIKU DAN PERJALANANKU

PENA BUDIWINATA ANNA

DIRIKU DAN PERJALANAN

Aku berjuang diantara pena dan buku-buku, yang melingkari waktuku. Kukumpulkan huruf-huruf yang berhamburan di jiwa, di raga, di fikiran. Ku kembangkan layar hayal, keinginan telah menjelma bagai Dewa, tuk arunggi samudra kenyataan, berdiri tegak pada simpang kehidupan, dengan tatap mata yang tajam memandang hari depan yang merindukan harapan.
Cangkulku adalah renungan, mata hatiku adalah pisau, kudapat kupas apa yang kumau. Air mata kekasihku kuanggap syair kehidupan sampai kubilang mati itu adalah keindahan.
Bulanlah yang memberiku mimpi-mimpi, Anginlah yang mengajakku tuk mencari dan aku sama sekali tak perduli walau kuharus menjadi muntah…!!! tuk menjawab teka-teki tuk diriku sendiri. Aku tetap Aku. Siapapun tak perlu tau. Aku adalah Aku yang tak pernah kau tau dan apa juga yang kau sangka.

Teman-teman hari ini saya akan bercerita, dan berbagi pengalaman, mudah-mudahan teman-teman bisa belajar sesuatu dari sepenggal episode perjalanan seorang Ahira. Selama menjalankan Internet Marketting

Banyak orang melihat keberhasilah saya…

Lihat pos aslinya 868 kata lagi

Penilaian Hasil Belajar

My Journey

 

hasil-ujian

Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik.Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut.

Penilaian memiliki tujuan yang sangat penting dalam pembelajaran, diantaranya untuk grading, seleksi, mengetahui tingkat penguasaan kompetensi, bimbingan, diagnosis, dan prediksi.

  1. Sebagai grading, penilaian ditujukan untuk menentukan atau membedakan kedudukan hasil kerja peserta didik dibandingkan dengan peserta didik lain. Penilaian ini akan menunjukkan kedudukan peserta didik dalam urutan dibandingkan dengan anak yang lain. Karena itu, fungsi penilaian untuk grading ini cenderung membandingkan anak dengan anak yang lain sehingga lebih mengacu kepada penilaian acuan norma (norm-referenced assessment).
  2. Sebagai alat seleksi, penilaian ditujukan untuk memisahkan antara peserta didik…

Lihat pos aslinya 828 kata lagi

Goyang Gaspol Vs Joged Caesar

Cerita Aku Untuk Dunia

Sekarang yang namanya goyang-goyangan emang lagi nge-tren kali yaa..Dimulai dengan fenomena shuffle dance,disusul gangnam style yg dipopulerkan artis korra PSY, ga lama setelah itu muncullah harlem shake yang membuat aku takut habis nyeremin aja kaya tarian manggil hantu..hiiii berikut banyak verai plesetan nya n banyak ditiru oleh orang Indonesia termasuk artisnya,,AQ??? So pasti lah cuman di kandang aja hahaha ;D

Nah pas bulan puasa kemaren publik Indonesia dihebohkan lagi dengan fenomena joged Caesar dan goyang sundul di salah satu tv swasta. Namun goyang sundul yang diperkenalkan pelawak Sule,Andre dan Parto kurang begitu mencuat dan fenomenal seperti joged Caesar yang banyak ditiru apalagi memakai lagu buka sitik joss nya juwita Bahar yang emang pas banget..kreatif deh keren..

Nah sekarang ini tampaknya menjamur goyang-goyang sejenis itu..di salah satu acara di AnTV tapi Aku lupa namanya apa,,sama goyang gaspol di salah satu program musik. Menurut Aku sih, fenomena seperti itu dibilang suka enggak,dibilang…

Lihat pos aslinya 145 kata lagi

Kumpulan Narrative Text

The Ugly Duckling
One upon time, a mother duck sat on her eggs. She felt tired of sitting on them. She just wished the eggs would break out.
Several days later, she got her wish. The eggs cracked and some cute little ducklings appeared. “Peep, peep” the little ducklings cried. “Quack, quack” their mother greeted in return.
However the largest egg had not cracked. The mother duck sat on it for several days. Finally, it cracked and a huge ugly duckling waddled out. The mother duck looked at him in surprise. He was so big and very gray. He didn’t look like the others at all. He was like a turkey
When the mother duck brought the children to the pond for their first swimming lesson. The huge grey duckling splashed and paddled about just as nicely as the other ducklings did. “That is not a turkey chick. He is my very own son and quite handsome” the mother said proudly
However, the other animals didn’t agree. They hissed and made fun of him day by day. Even his own sisters and brothers were very unkind. “You are very ugly” they quacked.
The little poor duckling was very unhappy. “I wish I looked like them” he thought to himself. One day, the ugly duckling run away and hid in the bushes. The sad duckling lived alone through the cold and snow winter. Finally the spring flowers began to bloom. While he was swimming in the pond, he saw three large white swans swimming toward him. “Oh, dear. these beautiful birds will laugh and peck me too” he said to himself. But the swans did not attack him. Instead, they swam around him and stroked him with their bills. As the ugly duckling bent his neck to speak to them, he saw his reflection in the water. He could not believe his eyes. “I am not an ugly duckling but a beautiful swam” he exclaimed.
He was very happy. From that day on, he swam and played with his new friends and was happier than he had never been.

The Smartest Parrot
10 December 2008
Once upon time, a man had a wonderful parrot. There was no other parrot like it. The parrot could say every word, except one word. The parrot would not say the name of the place where it was born. The name of the place was Catano.
The man felt excited having the smartest parrot but he could not understand why the parrot would not say Catano. The man tried to teach the bird to say Catano however the bird kept not saying the word.
At the first, the man was very nice to the bird but then he got very angry. “You stupid bird!” pointed the man to the parrot. “Why can’t you say the word? Say Catano! Or I will kill you” the man said angrily. Although he tried hard to teach, the parrot would not say it. Then the man got so angry and shouted to the bird over and over; “Say Catano or I’ll kill you”. The bird kept not to say the word of Catano.
One day, after he had been trying so many times to make the bird say Catano, the man really got very angry. He could not bear it. He picked the parrot and threw it into the chicken house. There were four old chickens for next dinner “You are as stupid as the chickens. Just stay with them” Said the man angrily. Then he continued to humble; “You know, I will cut the chicken for my meal. Next it will be your turn, I will eat you too, stupid parrot”. After that he left the chicken house.
The next day, the man came back to the chicken house. He opened the door and was very surprised. He could not believe what he saw at the chicken house. There were three death chickens on the floor. At the moment, the parrot was standing proudly and screaming at the last old chicken; “Say Catano or I’ll kill you”.

The Story of Sangkuriang and Tangkuban Perahu Mountain
Once, there was a kingdom in Priangan Land. Lived a happy family. They were a father in form of dog,his name is Tumang, a mother which was called is Dayang Sumbi, and a child which was called Sangkuriang.
One day, Dayang Sumbi asked her son to go hunting with his lovely dog, Tumang. After hunting all day, Sangkuriang began desperate and worried because he hunted no deer. Then he thought to shot his own dog. Then he took the dog liver and carried home.
Soon Dayang Sumbi found out that it was not deer lever but Tumang’s, his own dog. So, She was very angry and hit Sangkuriang’s head. In that incident, Sangkuriang got wounded and scar then cast away from their home.
Years go bye, Sangkuriang had travel many places and finally arrived at a village. He met a beautiful woman and felt in love with her. When they were discussing their wedding plans, The woman looked at the wound in Sangkuriang’s head. It matched to her son’s wound who had left severall years earlier. Soon she realized that she felt in love with her own son.
She couldn’t marry him but how to say it. Then, she found the way. She needed a lake and a boat for celebrating their wedding day. Sangkuriang had to make them in one night. He built a lake. With a dawn just moment away and the boat was almost complete. Dayang Sumbi had to stop it. Then, she lit up the eastern horizon with flashes of light. It made the cock crowed for a new day.
Sangkuriang failed to marry her. She was very angry and kicked the boat. It felt over and became the mountain of Tangkuban Perahu Bandung.

Queen of Arabia and Three Sheiks
Maura, who like to be thought of as the most beautiful and powerful queen of Arabia, had many suitors. One by one she discarded them, until her list was reduced to just three sheiks. The three sheiks were all equally young and handsome. They were also rich and strong. It was very hard to decide who would be the best of them.
One evening, Maura disguised herself and went to the camp of the three sheiks. As they were about to have dinner, Maura asked them for something to eat. The first gave her some left over food. The second Sheik gave her some unappetizing camel’s tail. The third sheik, who was called Hakim, offered her some of the most tender and tasty meat. After dinner, the disguised queen left the sheik’s camp.
The following day, the queen invited the three sheiks to dinner at her palace. She ordered her servant to give each one exactly what they had given her the evening before. Hakim, who received a plate of delicious meat, refused to eat it if the other two sheiks could not share it with him.
This Sheik Hakim’s act finally convinced Queen Maura that he was the man for her. “Without question, Hakim is the most generous of you” she announced her choice to the sheiks. “So it is Hakim I will marry”.

Snow White
Once upon a time there lived a little, named Snow White. She lived with her aunt and uncle because her parents were died.
One day she heard her aunt and uncle talking about leaving Snow White in the castle because they wanted to go to America and they didn’t have enough money to take Snow White with them.
Snow White didn’t want her uncle and aunt to do this. So she decided to run away. The next morning she run away from home when her aunt and uncle were having breakfast, she run away into the wood.
In the wood she felt very tired and hungry. Then she saw this cottage. She knocked but no one answered so she went inside and felt asleep
Meanwhile seven dwarfs were coming home from work. They went inside. There, they found Snow White woke up. She saw the dwarfs. The dwarfs said; “What is your name?”. Snow White said; “My name is Snow White”. One of the dwarfs said; “If you wish, you may live here with us”. Snow White told the whole story about her. Then Snow white and the seven dwarfs lived happily ever after.

The Smartest Animal.
Once there was a farmer from Laos. Every morning and every evening, he ploughed his field with his buffalo.
One day, a tiger saw the farmer and his buffalo working in the field. The tiger was very surprised to see a big animal listening to a small animal. The tiger wanted to know more about the big animal and the small animal.
After the man went home, the tiger spoke to the buffalo; “you are so big and strong. Why do you do everything the man tells you?” The buffalo answered; “oh, the man is very intelligent”.
The tiger asked; “can you tell me how intelligent he is?”. “No, I can’t tell you”, said the buffalo; “but you can ask him”
So the next day the tiger asked to the man; “Can I see your intelligence?”. But the man answered; “it at home”. “Can you go and get it?” asked the tiger. “Yes” said the man; “but I am afraid you will kill my buffalo when I am gone. Can I tie you to a tree?”
After the man tied the tiger to the tree, he didn’t go home to get his intelligence. He took his plough and hit the tiger. Then he said; “Now you know about my intelligence even you haven’t seen it.